Pages

Tampilkan postingan dengan label BIOLOGY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGY. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Praktikum Osmosis

Praktikum Osmosis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
       Sel adalah suatu mesin kimia. Sel memperoleh bahan dan energi dari lingkunganya dan mengubahnya di dalam sel melalui proses kimia yang merupakan metabolisme dari selsel tersebut. Pada akhirnya sel-sel tersebut mengembalikan sebagian dari hasil akhir proses itu kepada lingkunganya. Hal ini dijelaskan jika kita ingat akan amoeba yang hidup di dalam kolam, tetapi bila kita ingat akan sel-sel organisme darat multiseluler, seperti pohon atau manusia, hal ini tidak dapat terlihat dengan jelas. Meskipun demikian tiap sel hidup dari oganisme ini dikelilingi oleh suatu cairan, sebagai contoh sel-sel badan kita terdapat di dalam cairan interstisium yang berasal dari darah.
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
1.2       Tujuan Percobaan
Maksud dari praktikum tentang transport membran sel adalah agar praktikan mengetahui tentang konsep dan definisi dari transport membran sel, difusi, dan osmosis.
Tujuan dari praktikum tentang transport membran sel adalah untuk mengetahui tentang beberapa sifat sistem cairan ekstra dan intra seluler dimana salah satu kompartemen mengandung molekul yang dibatasi oleh suatu membran yang tidak permeabel terhadap bahan tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1       Osmosis
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
2.2       DIFUSI
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
4  Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
4  Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
4  Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
4  Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
4  Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Tempat dan Waktu Praktikum
   Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMAN 01 Unggulan Kamanre pada hari Jumat.
3.2       Alat dan Bahan Praktikum
-      Gelas kimia
-      Air
-      Garam
-      Gula
-      Telur ( cangkangnya )
-      Apel
-      Kentang
3.3       Cara Kerja
-      Untuk telur dipecahkan dan dikeluarkan isinya.
-      Iris cangkang telur dengan larutan garam hingga ½ volume begitupun gula.
-      Tempatkan cangkang telur beserta isinya kedalam gelas yang berisi air.
-      Biarkan selama 2 jam.
-      Amatilah !
-      Untuk kentang dan apel iris berbentuk dadu.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1   Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa:
Bahan
Waktu
Gula
Garam
Apel
10 menit
mengembang
Air garam menggelembung
30 menit
membesar
Mengecil
60 menit
Semakin besar
Mengecil dan airnya bergelembung
Kentang
10 menit
-
Airnya menggelembung
30 menit
-
Semakin menggelembung
60 menit
Mengapung dan membesar
Tenggelam dan mengecil
Cangkang telur
10 menit
mengapung
Tenggelam
30 menit
Semakin mengapung
Tenggelam
60 menit
Air dalam cangkang berkurang
Air dalam cangkang bertambah
4.2 Analisa data
Pengamatan pada telur :
ð Pada menit ke-10 yakni pada larutan gula cangkang telur mulai mengapung sedangkan pada larutan garam cangkang telur mulai kelihatan tenggelam.
ð Pada menit ke-30 yakni pada larutan gula cangkang telur semakin mengapung sedangkan pada larutan garam cangkang telur semakin tenggelam.
ð Pada menit ke-60 yakni pada larutan gula  mengalami pengurangan air (berkurang) yang berada di dalam cangkang telur.sedangkan pada larutan garam mengalami penambahan air (bertambah) yang berada di dalam cangkang telur.
Pengamatan pada apel :
ð Pada menit ke-10 yakni pada larutan gula yang di masukkan apel mulai mengembang sedangkan pada larutan garam yang di masukkan apel airnya menggelembung.
ð Pada menit ke-30 yakni pada larutan gula yang di masukkan apel mulai kelihatan membesar sedangkan pada larutan garam yang di masukkan apel airnya bergelembung  dan kelihatan mengecil.
ð Pada  menit ke-60 yakni pada larutan gula yang di masukkan apel mulai kelihatan membesar sedangkan pada larutan garam yang di masukkan apel airnya bergelembung  dan kelihatan mengecil.masih sama bentuknya pada menit ke-30.
Pengamatan pada kentang:
ð Pada menit ke-10 yakni pada larutan gula yang di masukkan kentang tidak mengalami perubahan sedangkan pada larutan garam yang di masukkan kentang airnya terlihat bergelempung
ð Pada menit ke-30 yakni pada larutan gula yang di masukkan kentang masih sama pada pada menit ke-10 sedangkan pada larutan garam jua masih sama.
ð Pada menit ke-60 yakni pada larutan gula yang di masukkan kentang mengapung dan kelihantan membesar sedangkan pada larutan garam yang di masukkan kentang mengecil dan tenggelam.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan kami berkesimpulan bahwa kentang yang berada pada larutan garam mengalami difusi,tetapi kentang yang berada pada larutan gula mengalami osmosis. Sedangkan apel yang berada dalam larutan garam mengalami osmosis  tetapi apel yang berada dalam larutan gula mengalami difusi. Dan larutan garam dalam cangkang telur mengalami osmosis dan sebaliknya dengan larutan gula dalam cangkang telur mangalami difusi
5.2 Saran
Didalam melakukan praktikum sebaiknya siwa – siswi menggunakan pakaian praktikum dan sebaiknya sekolah menyediakan alat – alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum dapat dilakukan dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki
Aryulina, Diah. Bilingual Biologi2A for senior high school. 2010. Esis : Jakarta
Anonymous.2000.The Fast Fact Encyclopedia of Animals & Nature.Aladdin Book Ltd. London
Anonymous.2010.sel.ide.wikipedia.org/wiki.sel (20 Februari 2010)

Praktikum Sel Hewan

Praktikum Sel Hewan


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
   Suatu sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan, memiliki banyak organel dengan fungsi tertentu. Ada beberapa perbedaan organel pada sel hewan bila dibandingkan dengan sel tumbuhan. Untuk lebih jelas perhatikan gambar dan penjelasan berbagai organel sel berikut ini.
Organel-organel sel
Inti (nukleus)

Inti bertugas mengendalikan semua aktivitas sel mulai metabolisme hingga pembelahan sel. Pada sel eukariotik, inti diselubungi oleh membran inti (karioteka) rangkap dua dan berpori, sedangkan pada sel prokariotik inti tidak memiliki membran.

Retikulum Endoplasma
Organel ini berupa sistem membran yang berlipat-lipat, menghubungkan antara membran sel dengan membran inti, dan berperan dalam proses transpor zat intra sel. Ada dua macam RE yaitu RE halus dan RE kasar yang permukaannya ditempeli banyak ribosom.

Ribosom
Ribosom berfungsi sebagai tempat
sintesis protein dan merupakan contoh organel yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat, dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

Badan Golgi
Organel ini berbentuk seperti kantong pipih, berfungsi dalam proses sekresi lendir, glikoprotein, karbohidrat, lemak, atau enzim, serta berfungsi membentuk lisosom. Karena fungsinya dalam hal sekresi, maka badan golgi banyak ditemui pada sel-sel penyusun kelenjar.

Lisosom
Berbentuk kantong-kantong kecil dan umumnya berisi enzim pencernaan (hidrolisis) yang berfungsi dalam peristiwa pencernaan intra sel. Sehubungan dengan bahan yang dikandungnya lisosom memiliki peran dalam peristiwa: 
Mitokondria
Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel. Organel yang hanya dimiliki oleh sel aerob ini memiliki dua lapis membran.

Mikrotubulus dan Mikrofilamen (sitoskeleton)
Mikrotubulus berbentuk seperti benang silindris, disusun oleh protein yang disebut tubulin. Sifat mikrotubulus kaku sehingga diperkirakan berfungsi sebagai ‘kerangka’ sel karena berfungsi melindungi dan memberi bentuk sel. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, maupun flagella.

Sentrosom
Sentrosom merupakan organel yang disusun oleh dua sentriole.

Vakuola
Merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel, dan dibatasi membran yang disebut tonoplas. Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada, kecuali hewan bersel satu. Pada hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan yang berfungsi dalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator.

Plastida
Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas, berfungsi sebagai organel utama penyelenggara proses fotosintesis. Kromoplas adalah plastida yang berisi pigmen selain klorofil, misalkan karoten, xantofil, fikoerithrin, atau fikosantin, dan memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga.

Peroksisom atau Badan Mikro
Peroksisom merupakan kantong kecil yang berisi enzim katalase, berfungsi menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa metabolisme yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen.

1.2       Tujuan Percobaan
-      Untuk mengetahui sel hewan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1          Pengertian Sel
       Sel adalah unit dasar struktural dan fungsional makhluk hidup yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya, ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain . Atau dengan kata lain juga sel merupakan unit struktural  kehidupan dan merupakan unit fungsional dari kehidupan dikarenakan didalam organ tumbuhan dan hewan tersusun dari sel-sel rumusan yang penting bukannya dinding sel tetapi isi sel yang disebut protoplasma.
2.2       Sel Hewan
Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Tempat dan Waktu Praktikum
   Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMAN 01 Unggulan Kamanre pada hari kamis.
3.2       Alat dan Bahan Praktikum
-      Silet
-      Tusuk telinga
-      Pipet
-      Mikroskop dan kaca obyek
-      Methilen blue
-      Minyak
-      Usus sapi
3.4       Cara Kerja
-      Iris usus sapi secara melintang.
-      Kerok usus sapi dengan pembersih telinga.
-      Lalu letakkan hasil kerokan tadi di atas kaca obyek dan berikan sedikit methilen blue dan minyak.
-      Amatilah obyek tersebut.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1   Hasil Pengamatan
Organ Mamalia
Pengamatan
Usus Sapi
Terdapat inti sel
4.2 Analisa Data
Pada saat penelitian kami menemukan organel sel yang disebut dengan inti sel (nukleus). Inti sel (nukleus) Inti bertugas mengendalikan semua aktivitas sel mulai metabolisme hingga pembelahan sel. Pada sel eukariotik, inti diselubungi oleh membran inti (karioteka) rangkap dua dan berpori, sedangkan pada sel prokariotik inti tidak memiliki membran. Di dalam inti didapati cairan yang disebut nukleoplasma, kromosom yang umumnya berupa benang kromatin, dan anak inti (nukleolus) yang merupakan tempat pembentukan asam ribonukleat (ARN).
BAB V
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
       Dari hasil  pengamatan yang telah dilakukan kami menemukan satu  inti sel yang terdapat pada usus sapi.
5.2       Saran
Didalam melakukan praktikum sebaiknya siwa – siswi menggunakan pakaian praktikum dan sebaiknya sekolah menyediakan alat – alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum dapat dilakukan dengan lebih baik.
       
      
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki
Aryulina, Diah. Bilingual Biologi2A for senior high school. 2010. Esis : Jakarta
Anonymous.2000.The Fast Fact Encyclopedia of Animals & Nature.Aladdin Book Ltd. London
Anonymous.2010.sel.ide.wikipedia.org/wiki.sel (20 Februari 2010)
 

(c)2009 NurHikmaa. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger